Home / News / Tak Hanya Karena Dampak Corona, Twitter Izinkan Karyawan Kerja di Rumah “Selamanya”

Tak Hanya Karena Dampak Corona, Twitter Izinkan Karyawan Kerja di Rumah “Selamanya”

Nataconnexindo.com, Tangerang – Di tengah pandemi global, bekerja di rumah adalah pilihan tepat yang harus dipatuhi. Banyak negara di dunia yang melakukan hal ini, termasuk Indonesia dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ikut mematuhi himbauan tersebut, platform media sosial, Twitter juga melakukan hal yang sama. Sebagaimana yang telah dikabarkan sebelumnya, Twitter sudah menghimbau para karyawannya agar bekerja di rumah saja sejak awal Maret, saat virus corna sedang masifnya menyebar di Amerika Serikat.

Tak tanggung-tanggung, bahkan Twitter memutuskan untuk membolehkan para pegawainya untuk bekerja di rumah “selamanya”, meski pandemi global telah berlalu. Hal ini disaampaikan langsung oleh CEO Twitter, Jack Dorsey dalam sebuah pesan elektroniknya (email) kepada para karyawannya.

Isi pesan tersebut adalah pemberian izin untuk bekerja di rumah “selamanya”, hal ini berlaku untuk para pegawai yang bidang pekerjaannya memang bisa dikatakan di luar kantor.

"Kalaupun tidak mau (bekerja di rumah) kantor kami siap menyambut hangat, dengan beberapa langkah pencegahan, kalau kami pikir sudah aman untuk kembali berkantor," pernyataan pihak Twitter, seperti yang dilansir Kompas.com.

Kendati memberi izin untuk bekerja di rumah selamanya, tapi hal tersebut tak ditujukan untuk semua karyawan. Bagi para pegawai di bidang-bidang yang memang membutuhkan kehadiran fisik, seperti halnya pegawai yang bertanggung jawab terkait pemeliharaan server, harus tetap datang ke kantor.

Twitter sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya memang sudah lama ingin menerapkan konsep kerja secara remote. Pada akhir tahun lalu, Jack Dorsey juga pernah melontarkan ide tersebut. Pemikiran tersebut muncul disebabkan karena ia merasa terlalu banyak karyawan yang bebrasis di San Fransisco.

"Terkonsentrasi di San Francisco tak lagi baik buat kami, dan kami akan mengupayakan tenaga kerja yang lebih tersebar," tambah Jack Dorsey lagi.

Kantor Twitter sendiri baru akan dibuka kembali pada bulan September mendatang, itu pun secara bertahap, seperti kabar yang dilansir Kompas.com. (MDA)